This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 Desember 2020

Jangan Pernah Berhenti Berdoa, Meski Cobaan Terus Datang Mendera

www.hipwee.com - Ujian itu tak pernah menghilang dari hidupmu. Meski hanya mampir sebentar, tapi suatu saat akan kembali dalam bentuk yang berbeda. Entah akan lebih mudah atau sulit dilewati, hal itu tergantung dari bagaimana kamu menyikapinya.

Rasa kesal menyelimuti saat dirimu merasa bahwa cobaan itu memang sulit untuk dilalui. Sebenarnya kamu memiliki orang lain yang bersedia dibagi kesulitan apa kamu rasa agar menjadi ringan. Mereka menerima dengan suka cita dan penuh semangat untuk membantu. Tanpa bantuan orang lain, kamu mungkin tak bisa sampai seperti sekarang.

Selain itu ada lagi yang sebaiknya kamu lakukan, yaitu berdoa. Sebagai seorang hamba, mungkin biasanya kamu berdoa tanpa mengenal sebab dan waktu. Tak jarang juga melaksanakan ibadah tersebut saat kamu dilanda cobaan. Namun, ada kalanya kamu mungkin tak berdoa karena sudah lelah memanjatkan permohonan.

Doa mengingatkanmu bahwa kamu tak sendiri. Ada yang mengasihi dan setia mendengarmu di tengah kesulitan ini

“Katanya berdoa itu tak hanya untuk memohon, tapi juga melepaskan rasa penat yang dialami.”

Saat dilanda ujian, berdoa seperti sebuah permohonan darimu kepada Tuhan agar dikabulkan. Memohon agar ujian yang kamu hadapi ini diringankan dan dapat segera dilalui. Sebenarnya, berdoa itu juga bisa sebagai momen dirimu melepas rasa penat. Ketika berdoa, kamu bisa menceritakan segala sesuatunya tanpa harus ada yang ditutupi.

Berdoa telah mengingatkanmu bahwa kamu tak sendiri. Kamu masih punya Tuhan yang mengasihi dan setia mendengar keluh kesahmu saat sedang diuji.

“Ah, dulu aku berdoa tapi nggak dijawab oleh-Nya.” Hey, Dia menjawab semua doa. Hanya kadang, ‘tidak’ adalah jawaban-Nya dan itu demi kebaikan kita

“Aku pernah berdoa, tapi tak didengar oleh-Nya. Aku lelah.”

“Ketika Dia tak menjawab, mungkin itu adalah yang terbaik bagimu.”

Kamu mungkin pernah berdoa, namun tak ada jawaban dari-Nya. Itulah Tuhan, Maha Mengetahui segala sesuatu, mulai dari yang terbaik hingga sebaliknya. Apa yang kamu minta dan tak dijawab, berarti menurut-Nya memang bukan yang terbaik bagimu. Kamu mungkin tak menerima, tak menyukai, dan kesal dengan apa yang terjadi tak sesuai harapan. Tapi, percayalah bahwa skenario Tuhan adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.

Tuhan selalu menyayangi hamba-Nya. Tidakkah kamu ingin berkeluh kesah pada Dia yang Paling Menyayangimu tentang apa yang terjadi padamu?

Ada keluarga, teman, dan orang-orang lainnya yang bersedia mendengarmu. Namun apakah bercerita kepada mereka sama rasanya dengan berkeluh kesah kepada Tuhan? Terhadap sesama manusia, kamu memang merasa nyaman, namun pasti ada saja yang tak diceritakan. Hal ini berbeda saat kamu berkeluh kesah kepada-Nya. Kamu bebas mengatakan apapun tanpa ada yang disembunyikan.

Dengan berdoa, kamu benar-benar menjadi diri sendiri dan tak ada pencitraan sedikit pun. Karena kamu tahu, Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang hamba-Nya.

Tuhan ingin tahu seberapa besar kamu mampu. Toh, Dia nggak akan memberikan ujian lebih dari kemampuanmu

“Ujian ini berat rasanya. Tapi aku tahu, kalau Tuhan tak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya jika ia tak sanggup melewati.”

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa semakin baik dan kuat pribadi seseorang, akan semakin tinggi ujian yang diberikan? Ya, inilah kamu sekarang. Rasa lelah yang menjalar pada diri tak lain karena pribadimu yang semakin baik. Tuhan akan memberikan ujian sesuai kemampuan hamba-Nya. Jika saat ini kamu merasa tak sanggup, berpikir dan berusahalah bahwa kamu pasti akan bisa melewatinya. Tak lupa juga berdoa, sebagai wujud syukur kamu masih diberikan ujian untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya

Anggaplah ujian itu sebagai tanda Dia sedang rindu. Agar kamu ingat kekhilafan di masa lalu

“Ujian itu tak hanya untuk meningkatkan pribadimu lebih baik, tapi juga sebagai pengingat untuk kembali kepada-Nya.”

Apa yang telah kamu raih sekarang ini terkadang membuatmu lupa seperti apa upayamu dulu. Kerja keras yang disertai ibadah pun bisa menghilang begitu saja dari ingatanmu. Ketika hal ini terjadi, ada kalanya Tuhan memberikan ujian kepadamu sebagai pengingat atas apa yang kamu lakukan. Ada kekhilafan pada dirimu dan untuk meluruskannya, perlu diberikan cobaan agar kamu kembali kepada-Nya.

Percayalah hidupmu tak selamanya di titik nadir. Kamu akan tersenyum kembali suatu saat nanti

Kamu pasti tahu ketika sudah berhasil melewatinya, hal tersebut akan membuatmu tersenyum saat mengingatnya nanti. Tersenyum karena sudah melalui tahapan demi tahapan untuk menjadi manusia yang semakin baik dan kuat. Kamu sadar bahwa banyak pelajaran yang diambil dari cobaan itu. Ada pengalaman yang dapat kamu berikan kepada orang-orang sekitar saat membutuhkannya nanti. Kamu tahu ujian itu memang berat adanya, tapi selalu ada hal positif yang menyertainya.

Ketika berada dalam kebahagiaan, terkadang ada hal-hal positif yang lupa dilakukan. Oleh karenanya, kadang muncul ujian dalam hidup untuk mengingatkan. Sebenarnya tak hanya mengingatkan, tapi juga tahapan agar dirimu menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat.

Untuk mencapainya, kamu pun perlu berdoa agar apa yang kamu inginkan terkabul. Kelelahan diri saat menjalani cobaan kadang membuatmu tak ingin berdoa. Kadang, apa yang menurut baik belum tentu menurut Tuhan demikian juga.

 

By : Dwita Apriliani

Untukmu yang Sedang Diremehkan, Tenang! Kesuksesan Menanti di Ujung Jalan

www.hipwee.com - Kamu memang tak bisa membuat semua orang suka kepadamu. Ada kalanya kamu harus menerima dari orang yang merasa tidak suka kepadamu–meski hal itu sama sekali tidak dibenarkan. Ketika hinaan datang kepadamu, sakit hati sudah pasti kamu rasakan. Namun jangan pernah jadikan hal tersebut sebagai beban yang menghambatmu untuk berkembang.

Kamu boleh diremehkan sekarang. Kamu boleh sakit hati. Namun jadikan itu sebagai pemicu semangatmu. Untuk membuktikan kepada mereka yang pernah meremehkanmu, bahwa kamu sama kuatnya dan akan lebih berhasil dari mereka.

Sakit hati ketika di-bully itu pasti, tapi ikhlaskan hati untuk menjalani. Ada imbalan tersendiri dari ketabahanmu


“Bodo amat si lu!”
“Eh, jangan deket-deket! Najis gue deket sama lu,”

Bayangkan saja bagaimana sakitnya saat ada orang yang ngomong seperti itu kepadamu. Rasanya jelas bikin sakit hati dan perih. Yang bikin kesel lagi, ketika kamu ngelawan dan bales hinaannya, kamu akan kena bully yang lebih hebat lagi. Kalau udah gitu kamu bisa apa?

Ini memang terasa berat, tapi kamu perlu ikhlas dalam menerimanya. Daripada marah-marah dan bikin ulah, malah kamu akan bully yang lebih gila lagi. Tenang saja, biasanya jika kamu malah sabar, mereka akan mundur dengan sendirinya kok. Kalaupun mereka nggak mundur, kesabaranmu akan berbuah kok nantinya. Yah, emang nggak langsung sekarang sih. Tapi bukankah ada pepatah: orang sabar disayang Tuhan. Yakin, Tuhan akan memberikan imbalan.

Mereka yang menghinamu tak selalu lebih baik darimu. Bisa saja mereka hanya iri dengan apa yang kamu miliki

“Hahahahahaha Bajumu norak banget, sih,”
“Lah, pantes kan. Norak kayak orangnya. Hahahaha,”

Kamu pernah dapet hinaan yang seperti itu? Hinaan yang isinya mengomentari apa yang kamu lakukan, apa yang kamu kenakan, dan apa yang kamu bicarakan? Jika pernah gimana rasanya? Sakit kan, ya. Tapi jangan biarkan rasa sakit tersebut membuatmu larut berlama-lama.

Kamu harus tetap positif dalam menghadapi hinaan yang diberikan oleh mereka. Cara gampangnya, anggap aja mereka iri dengan apa yang kamu miliki. Hinaan bukan cuman berarti kamu jelek dan tak layak untuk dikagumi. Bisa jadi malah karena kamu berbeda dan spesial sehingga mereka iri dengan keadaanmu. Itulah kenapa kamu nggak perlu sampai memasukkan ke hati hinaan yang kamu terima.

Setidaknya dengan mereka menghinamu, artinya mereka juga memperhatikanmu. Apapun itu, ambil sisi positif dari setiap hinaan yang ditujukan kepadamu


Meski kamu dibully, dihina, dan dicerca dengan gencar oleh mereka-mereka yang membencimu, kamu nggak perlu takut apalagi sampai depresi. Cukup tabah dan lihat segalanya dari sisi positifnya. Hinaan yang mereka lancarkan padamu adalah buah observasi yang mereka lakukan tiap hari. Jadi ya anggap aja mereka mereka perhatian kepadamu.

Jangan khawatir juga ketika mereka terus menghujanimu dengan cacian. Itung-itung kamu memberikan mereka kerjaan buat mikir tiap harinya. Lagian dengan mendapat hinaan dari mereka, kamu bisa dapet transferan pahalan jika kamu mau sabar dan tabah saat menghadapinya.

Pada akhirnya, orang tua memang yang selalu mengerti. Bercerita kepada mereka tentang hal yang kamu risaukan bisa jadi solusi


Bahkan dalam tiap kesabaran dan ketabahan yang kamu jalani, kamu pasti masih merasa sakit hati setelah dibully. Di luar sana bisa saja kamu tampak biasa dan tanpa beban, tapi dalam hati orang tak ada yang tau, kan? Mungkin pada suatu titik kamu akan merasa tertekan atas segala hinaan. Kesal, marah dan sakit hati pasti menghampiri.

Namun kamu tak perlu terlalu khawatir. Ada orang tua yang selalu setia mendengar, menasehati, dan mendampingi. Kamu bisa cerita segala keluh kesah yang kamu rasa. Orang tua akan selalu berusaha membantu dan memberi saran. Bahkan saat satu dunia menghinamu, Ayah dan Ibu akan tetap berusaha mendukung dan menguatkanmu. Mereka akan selalu menjadi pendukungmu nomor satu.

Bully dan hinaan itu bukan akhir dunia. Ingat, yang penting adalah pembuktianmu di masa depan


“Hadeeeh… Gitu aja nggak bisa!”
“Orang kayak kamu mah nggak bakal jadi apa-apa!”
“Paling juga ntar nggak keterima kerja~”

Pernyataan yang meremehkanmu memang terdengar menyakitkan. Bahkan ada yang sangat menusuk hingga kamu merasa tak mampu lagi untuk menghadapi dan bersiap untuk menyerah dengan kehidupan yang keras ini. Kamu mulai ragu apa benar kamu bisa melakukan
sesuatu?

Tapi sebenarnya kamu tak perlu takut. Hinaan yang kamu terima bukan akhir dari segalanya. Meski memang terasa berat, kamu tetap harus semangat. Buktikan bahwa hidupmu bisa bermanfaat. Berusahalah lebih giat demi mencapai cita-cita. Banyak contoh yang sudah terjadi. Ketika hinaan dan bully berubah jadi motivasi.

Mereka yang dulunya punya keterbatasan bisa berhasil dengan jerih payahnya. Kalau mereka bisa, kamu juga pasti bisa!


Masih ingat mendiang Walt Disney yang dihina karena dia punya ide yang berbeda? Mendiang Walt Disney dihina karena tak bisa menggambar dengan benar. Gambarnya bahkan ditolak dimana-mana dengan alasan dia tak berbakat dan tak punya imajinasi. Kasus serupa juga dialami oleh Michael Jordan. Dia ditolak masuk klub basket karena tingginya tak cupup untuk ukuran pemain basket.

Tapi toh mereka sudah membuktikan pada dunia bahwa hinaan yang mereka terima bisa berakhir manis dengan usaha dan kerja keras tak kenal lelah. Kalau mereka bisa, kenapa kamu tidak? Setidaknya kamu bisa menjadikan mereka sebagai motivasi agar hidupmu kedepannya bisa lebih berarti.

Nah, bagi kamu yang sering mendapat hinaan karena berbeda, tak perlu larut dalam kesedihan yang berlama-lama. Apalagi sampai depresi dan menyerah dengan masa depan. Kamu tetap harus bersabar dan semangat untuk menjalani hidup. Buktikan bahwa nanti kamu bisa membuat orang yang dulu menghinamu terbungkam dengan prestasi yang kamu miliki!

Tetap semangat, ya! 😀

 

By ;  Fatkhur Rozi