This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 25 April 2015

Keluar dari Jurang Kemiskinan

Gemintang.com – Apakah kesuksesan merupakan takdir, dimana segalanya sudah ditetapkan sebelumnya? Apakah mereka yang terlahir miskin akan berakhir dalam kemiskinan juga? Tidak. Inilah yang dibuktikan oleh Sherwin, seorang CEO dari sebuah organisasi amal yang berasal dari kaum bawah.
Sherwin merupakan anak ke-2 dari 8 bersaudara. Ia bersama keluarganya biasa tinggal di sebuah rumah yang dibangun dari kardus-kardus bekas. Tiap tahunnya mereka harus membangun rumah kardus baru karena rumah sebelumnya selalu tersapu banjir atau topan.
Ia mulai menemukan sebuah harapan baru ketika ia berusia 9 tahun. Pada waktu itu, sebuah organisasi amal dari luar negeri berkunjung ke kawasan kumuh tempat tinggalnya untuk memberi beasiswa bagi anak-anak miskin yang lulus tes. Perasaan senang dan tak percaya ia rasakan ketika namanya disebut sebagai salah satu penerima beasiswa.
Selama menerima beasiswa, harapan Sherwin untuk masa depan yang lebih baik semakin terpupuk. Banyak pengalaman pertama yang ia rasakan, seperti pertama kali mendapat berbagai alat tulis dan keperluan sekolah. Sepatu pertama yang pernah dimilikinya pun berasal dari bantuan beasiswa tersebut.
Saking sayangnya dengan sepatu itu, ia selalu melepaskannya di kala hujan agar sepatunya tidak kotor dan basah. Namun, kemalangan nampak menghampirinya sekali lagi. Di usianya yang ke-19, ayahnya meninggalkan keluarga mereka. Tidak lama kemudian, sang ibu pun melakukan hal yang sama.
Karena kakaknya sudah menikah dan tidak tinggal bersama mereka, Sherwin pun menjadi tulang punggung ke-7 adiknya. Dengan penuh perjuangan, ia berusaha melanjutkan kuliahnya sambil bekerja untuk adik-adiknya. Akhirnya, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya sampai jenjang S2.
Dalam keberhasilannya, ia tidak melupakan orang-orang yang bernasib sama dengannya. Ia pun mencoba mendirikan sebuah organisasi yang fokus membantu orang-orang miskin untuk dapat menikmati pendidikan.
Saat ini organisasi amal yang ia dirikan tahun 2011 lalu sudah berhasil membantu lebih dari 600 anak-anak miskin untuk bersekolah. Selain itu, organisasinya pun selalu bersiap memberikan pertolongan pertama untuk daerah-daerah yang dilanda topan.
Hadiah kesuksesannya ternyata jauh lebih besar dari yang ia bayangkan. Kedua orang tuanya meminta maaf dan mulai berkumpul kembali dengan anak-anaknya.
foto: happyfamilycs.com

Tubuh Gemuk Bukan Penghalang untuk Meniti Karier Cemerlang


Gemintang.com – Sejak awal kehadirannya di ranah mode, Ashley Graham telah menuai banyak cacian. Bentuk tubuh yang tidak seperti model-model pada umumnya; tinggi dan langsing, menjadi penyebab wanita kelahiran 1987 itu sering dicela. Namun, itu tidak menjadi penghalang Ashley untuk terus berkarier di dunia mode.
Satu tahun belakangan, wanita dengan tubuh berisi itu sering menjadi model sampul untuk majalah Vogue, Elle hingga Love. Ia pun berhasil mensejajarkan dirinya dengan banyak supermodel terkenal bertubuh proporsional. Tapi, jam terbang yang cukup banyak di industri mode tidak serta merta membuat dirinya lepas dari kritikan dan cacian.
Pelecehan verbal adalah hal biasa yang sering Ashley alami, termasuk dari rekan-rekan sesama model. Kata-kata seperti “kamu terlalu gemuk”, “tubuhmu tidak proporsional” atau “kamu jelek!” sering mampir ke telinganya.
“Di Instagram aku sering dipanggil Si Gemuk. Orang-orang juga sering berkomentar, ‘kenapa kamu tidak menghilangkan selulitmu sebelum mengunggah fotomu?’” ucap Ashley seperti dikutip dari majalah Vogue.
Mendengar ejekan seperti itu tak lantas membuat Ashley merasa terintimidasi. Wanita ini justru makin melebarkan kariernya dengan membuka lini busana dalam wanita bermerek Navabi. Produknya ini ia tujukan bagi para wanita bertubuh gemuk dan berisi. Sembilan belas koleksi lingerie pun berhasil ia keluarkan di musim ini mulai dari ukuran 36DD hinga 48E.
“Pertama, produk ini sangat mendukung bagi wanita-wanita bertubuh gemuk dan berisi; kedua, nyaman; dan ketiga, super seksi!” ucapnya.
Ashley berujar bahwa ia ingin membagikan pandangannya kepada banyak orang bahwa wanita bertubuh gemuk itu cantik. Namun demikian, ia mengaku bukanlah orang yang pro-obesitas. Dalam seminggu Ashely bisa berolahraga 3 – 4 kali, ia juga senang mengkonsumsi jus hijau dan salad sehat.
“Seberapapun berat badanmu, kamu tetap harus hidup sehat!” tambah Ashley.
Ashley Graham tidak menjadikan tubuh gemuknya sebagai penghalang untuk berprestasi dan meniti karier yang cemerlang. Ia mampu melihat setiap peluang untuk meraih apa yang diinginkannya. Setiap cacian yang didapat Ashely anggap sebagai teman seperjalanan yang mampu membakar semangat. Nah, jika Ashley Graham bisa, kenapa kamu tidak?
foto: Navabi