This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 28 Desember 2020

Jangan Pernah Berhenti Berdoa, Meski Cobaan Terus Datang Mendera

www.hipwee.com - Ujian itu tak pernah menghilang dari hidupmu. Meski hanya mampir sebentar, tapi suatu saat akan kembali dalam bentuk yang berbeda. Entah akan lebih mudah atau sulit dilewati, hal itu tergantung dari bagaimana kamu menyikapinya.

Rasa kesal menyelimuti saat dirimu merasa bahwa cobaan itu memang sulit untuk dilalui. Sebenarnya kamu memiliki orang lain yang bersedia dibagi kesulitan apa kamu rasa agar menjadi ringan. Mereka menerima dengan suka cita dan penuh semangat untuk membantu. Tanpa bantuan orang lain, kamu mungkin tak bisa sampai seperti sekarang.

Selain itu ada lagi yang sebaiknya kamu lakukan, yaitu berdoa. Sebagai seorang hamba, mungkin biasanya kamu berdoa tanpa mengenal sebab dan waktu. Tak jarang juga melaksanakan ibadah tersebut saat kamu dilanda cobaan. Namun, ada kalanya kamu mungkin tak berdoa karena sudah lelah memanjatkan permohonan.

Doa mengingatkanmu bahwa kamu tak sendiri. Ada yang mengasihi dan setia mendengarmu di tengah kesulitan ini

“Katanya berdoa itu tak hanya untuk memohon, tapi juga melepaskan rasa penat yang dialami.”

Saat dilanda ujian, berdoa seperti sebuah permohonan darimu kepada Tuhan agar dikabulkan. Memohon agar ujian yang kamu hadapi ini diringankan dan dapat segera dilalui. Sebenarnya, berdoa itu juga bisa sebagai momen dirimu melepas rasa penat. Ketika berdoa, kamu bisa menceritakan segala sesuatunya tanpa harus ada yang ditutupi.

Berdoa telah mengingatkanmu bahwa kamu tak sendiri. Kamu masih punya Tuhan yang mengasihi dan setia mendengar keluh kesahmu saat sedang diuji.

“Ah, dulu aku berdoa tapi nggak dijawab oleh-Nya.” Hey, Dia menjawab semua doa. Hanya kadang, ‘tidak’ adalah jawaban-Nya dan itu demi kebaikan kita

“Aku pernah berdoa, tapi tak didengar oleh-Nya. Aku lelah.”

“Ketika Dia tak menjawab, mungkin itu adalah yang terbaik bagimu.”

Kamu mungkin pernah berdoa, namun tak ada jawaban dari-Nya. Itulah Tuhan, Maha Mengetahui segala sesuatu, mulai dari yang terbaik hingga sebaliknya. Apa yang kamu minta dan tak dijawab, berarti menurut-Nya memang bukan yang terbaik bagimu. Kamu mungkin tak menerima, tak menyukai, dan kesal dengan apa yang terjadi tak sesuai harapan. Tapi, percayalah bahwa skenario Tuhan adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.

Tuhan selalu menyayangi hamba-Nya. Tidakkah kamu ingin berkeluh kesah pada Dia yang Paling Menyayangimu tentang apa yang terjadi padamu?

Ada keluarga, teman, dan orang-orang lainnya yang bersedia mendengarmu. Namun apakah bercerita kepada mereka sama rasanya dengan berkeluh kesah kepada Tuhan? Terhadap sesama manusia, kamu memang merasa nyaman, namun pasti ada saja yang tak diceritakan. Hal ini berbeda saat kamu berkeluh kesah kepada-Nya. Kamu bebas mengatakan apapun tanpa ada yang disembunyikan.

Dengan berdoa, kamu benar-benar menjadi diri sendiri dan tak ada pencitraan sedikit pun. Karena kamu tahu, Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu tentang hamba-Nya.

Tuhan ingin tahu seberapa besar kamu mampu. Toh, Dia nggak akan memberikan ujian lebih dari kemampuanmu

“Ujian ini berat rasanya. Tapi aku tahu, kalau Tuhan tak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya jika ia tak sanggup melewati.”

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa semakin baik dan kuat pribadi seseorang, akan semakin tinggi ujian yang diberikan? Ya, inilah kamu sekarang. Rasa lelah yang menjalar pada diri tak lain karena pribadimu yang semakin baik. Tuhan akan memberikan ujian sesuai kemampuan hamba-Nya. Jika saat ini kamu merasa tak sanggup, berpikir dan berusahalah bahwa kamu pasti akan bisa melewatinya. Tak lupa juga berdoa, sebagai wujud syukur kamu masih diberikan ujian untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya

Anggaplah ujian itu sebagai tanda Dia sedang rindu. Agar kamu ingat kekhilafan di masa lalu

“Ujian itu tak hanya untuk meningkatkan pribadimu lebih baik, tapi juga sebagai pengingat untuk kembali kepada-Nya.”

Apa yang telah kamu raih sekarang ini terkadang membuatmu lupa seperti apa upayamu dulu. Kerja keras yang disertai ibadah pun bisa menghilang begitu saja dari ingatanmu. Ketika hal ini terjadi, ada kalanya Tuhan memberikan ujian kepadamu sebagai pengingat atas apa yang kamu lakukan. Ada kekhilafan pada dirimu dan untuk meluruskannya, perlu diberikan cobaan agar kamu kembali kepada-Nya.

Percayalah hidupmu tak selamanya di titik nadir. Kamu akan tersenyum kembali suatu saat nanti

Kamu pasti tahu ketika sudah berhasil melewatinya, hal tersebut akan membuatmu tersenyum saat mengingatnya nanti. Tersenyum karena sudah melalui tahapan demi tahapan untuk menjadi manusia yang semakin baik dan kuat. Kamu sadar bahwa banyak pelajaran yang diambil dari cobaan itu. Ada pengalaman yang dapat kamu berikan kepada orang-orang sekitar saat membutuhkannya nanti. Kamu tahu ujian itu memang berat adanya, tapi selalu ada hal positif yang menyertainya.

Ketika berada dalam kebahagiaan, terkadang ada hal-hal positif yang lupa dilakukan. Oleh karenanya, kadang muncul ujian dalam hidup untuk mengingatkan. Sebenarnya tak hanya mengingatkan, tapi juga tahapan agar dirimu menjadi pribadi yang lebih baik dan kuat.

Untuk mencapainya, kamu pun perlu berdoa agar apa yang kamu inginkan terkabul. Kelelahan diri saat menjalani cobaan kadang membuatmu tak ingin berdoa. Kadang, apa yang menurut baik belum tentu menurut Tuhan demikian juga.

 

By : Dwita Apriliani

Untukmu yang Sedang Diremehkan, Tenang! Kesuksesan Menanti di Ujung Jalan

www.hipwee.com - Kamu memang tak bisa membuat semua orang suka kepadamu. Ada kalanya kamu harus menerima dari orang yang merasa tidak suka kepadamu–meski hal itu sama sekali tidak dibenarkan. Ketika hinaan datang kepadamu, sakit hati sudah pasti kamu rasakan. Namun jangan pernah jadikan hal tersebut sebagai beban yang menghambatmu untuk berkembang.

Kamu boleh diremehkan sekarang. Kamu boleh sakit hati. Namun jadikan itu sebagai pemicu semangatmu. Untuk membuktikan kepada mereka yang pernah meremehkanmu, bahwa kamu sama kuatnya dan akan lebih berhasil dari mereka.

Sakit hati ketika di-bully itu pasti, tapi ikhlaskan hati untuk menjalani. Ada imbalan tersendiri dari ketabahanmu


“Bodo amat si lu!”
“Eh, jangan deket-deket! Najis gue deket sama lu,”

Bayangkan saja bagaimana sakitnya saat ada orang yang ngomong seperti itu kepadamu. Rasanya jelas bikin sakit hati dan perih. Yang bikin kesel lagi, ketika kamu ngelawan dan bales hinaannya, kamu akan kena bully yang lebih hebat lagi. Kalau udah gitu kamu bisa apa?

Ini memang terasa berat, tapi kamu perlu ikhlas dalam menerimanya. Daripada marah-marah dan bikin ulah, malah kamu akan bully yang lebih gila lagi. Tenang saja, biasanya jika kamu malah sabar, mereka akan mundur dengan sendirinya kok. Kalaupun mereka nggak mundur, kesabaranmu akan berbuah kok nantinya. Yah, emang nggak langsung sekarang sih. Tapi bukankah ada pepatah: orang sabar disayang Tuhan. Yakin, Tuhan akan memberikan imbalan.

Mereka yang menghinamu tak selalu lebih baik darimu. Bisa saja mereka hanya iri dengan apa yang kamu miliki

“Hahahahahaha Bajumu norak banget, sih,”
“Lah, pantes kan. Norak kayak orangnya. Hahahaha,”

Kamu pernah dapet hinaan yang seperti itu? Hinaan yang isinya mengomentari apa yang kamu lakukan, apa yang kamu kenakan, dan apa yang kamu bicarakan? Jika pernah gimana rasanya? Sakit kan, ya. Tapi jangan biarkan rasa sakit tersebut membuatmu larut berlama-lama.

Kamu harus tetap positif dalam menghadapi hinaan yang diberikan oleh mereka. Cara gampangnya, anggap aja mereka iri dengan apa yang kamu miliki. Hinaan bukan cuman berarti kamu jelek dan tak layak untuk dikagumi. Bisa jadi malah karena kamu berbeda dan spesial sehingga mereka iri dengan keadaanmu. Itulah kenapa kamu nggak perlu sampai memasukkan ke hati hinaan yang kamu terima.

Setidaknya dengan mereka menghinamu, artinya mereka juga memperhatikanmu. Apapun itu, ambil sisi positif dari setiap hinaan yang ditujukan kepadamu


Meski kamu dibully, dihina, dan dicerca dengan gencar oleh mereka-mereka yang membencimu, kamu nggak perlu takut apalagi sampai depresi. Cukup tabah dan lihat segalanya dari sisi positifnya. Hinaan yang mereka lancarkan padamu adalah buah observasi yang mereka lakukan tiap hari. Jadi ya anggap aja mereka mereka perhatian kepadamu.

Jangan khawatir juga ketika mereka terus menghujanimu dengan cacian. Itung-itung kamu memberikan mereka kerjaan buat mikir tiap harinya. Lagian dengan mendapat hinaan dari mereka, kamu bisa dapet transferan pahalan jika kamu mau sabar dan tabah saat menghadapinya.

Pada akhirnya, orang tua memang yang selalu mengerti. Bercerita kepada mereka tentang hal yang kamu risaukan bisa jadi solusi


Bahkan dalam tiap kesabaran dan ketabahan yang kamu jalani, kamu pasti masih merasa sakit hati setelah dibully. Di luar sana bisa saja kamu tampak biasa dan tanpa beban, tapi dalam hati orang tak ada yang tau, kan? Mungkin pada suatu titik kamu akan merasa tertekan atas segala hinaan. Kesal, marah dan sakit hati pasti menghampiri.

Namun kamu tak perlu terlalu khawatir. Ada orang tua yang selalu setia mendengar, menasehati, dan mendampingi. Kamu bisa cerita segala keluh kesah yang kamu rasa. Orang tua akan selalu berusaha membantu dan memberi saran. Bahkan saat satu dunia menghinamu, Ayah dan Ibu akan tetap berusaha mendukung dan menguatkanmu. Mereka akan selalu menjadi pendukungmu nomor satu.

Bully dan hinaan itu bukan akhir dunia. Ingat, yang penting adalah pembuktianmu di masa depan


“Hadeeeh… Gitu aja nggak bisa!”
“Orang kayak kamu mah nggak bakal jadi apa-apa!”
“Paling juga ntar nggak keterima kerja~”

Pernyataan yang meremehkanmu memang terdengar menyakitkan. Bahkan ada yang sangat menusuk hingga kamu merasa tak mampu lagi untuk menghadapi dan bersiap untuk menyerah dengan kehidupan yang keras ini. Kamu mulai ragu apa benar kamu bisa melakukan
sesuatu?

Tapi sebenarnya kamu tak perlu takut. Hinaan yang kamu terima bukan akhir dari segalanya. Meski memang terasa berat, kamu tetap harus semangat. Buktikan bahwa hidupmu bisa bermanfaat. Berusahalah lebih giat demi mencapai cita-cita. Banyak contoh yang sudah terjadi. Ketika hinaan dan bully berubah jadi motivasi.

Mereka yang dulunya punya keterbatasan bisa berhasil dengan jerih payahnya. Kalau mereka bisa, kamu juga pasti bisa!


Masih ingat mendiang Walt Disney yang dihina karena dia punya ide yang berbeda? Mendiang Walt Disney dihina karena tak bisa menggambar dengan benar. Gambarnya bahkan ditolak dimana-mana dengan alasan dia tak berbakat dan tak punya imajinasi. Kasus serupa juga dialami oleh Michael Jordan. Dia ditolak masuk klub basket karena tingginya tak cupup untuk ukuran pemain basket.

Tapi toh mereka sudah membuktikan pada dunia bahwa hinaan yang mereka terima bisa berakhir manis dengan usaha dan kerja keras tak kenal lelah. Kalau mereka bisa, kenapa kamu tidak? Setidaknya kamu bisa menjadikan mereka sebagai motivasi agar hidupmu kedepannya bisa lebih berarti.

Nah, bagi kamu yang sering mendapat hinaan karena berbeda, tak perlu larut dalam kesedihan yang berlama-lama. Apalagi sampai depresi dan menyerah dengan masa depan. Kamu tetap harus bersabar dan semangat untuk menjalani hidup. Buktikan bahwa nanti kamu bisa membuat orang yang dulu menghinamu terbungkam dengan prestasi yang kamu miliki!

Tetap semangat, ya! 😀

 

By ;  Fatkhur Rozi

Selasa, 01 September 2020

Untuk Dirimu yang Lebih Dari Sekadar Hewan Peliharaan. Terima Kasih Telah Sempat Menjadi Sosok Teman

www.meongers.com - Aku selalu tahu umurmu hanya sepersekian usia manusia. Walau sudah tahu sepenuhnya, aku tetap mengambil dan merawatmu sebaik-baiknya. Memberimu makan agar dirimu tak kelaparan, membelikan kandang sederhana supaya tubuhmu tak kedinginan, hingga bermain denganmu sebelum aku berangkat ke luar rumah. Aku pun sering tak sabar ingin cepat-cepat pulang, menceritakan padamu segala beban dan isi pikiran.

​Dan kini waktu yang selalu kutakutkan tiba. Tanpa permisi atau rawat inap berhari-hari, kamu berhenti hidup begitu saja. Aku telah kehilangan, bukan hanya hewan peliharaan, namun juga penghibur dan sesosok teman.
Picture

Orang bilang, kepergianmu tak layak jadi beban hati. Padahal kamu bukan cuma piaraan — namun juga teman dan keluarga sendiri.​

Karena kamu bukanlah manusia, ada mulut-mulut yang memandang kepergianmu sebelah mata. Mungkin mereka belum mengerti dan memahami kedekatan seorang majikan dengan hewan peliharaannya. Kamulah yang akan kusapa pertama kali setiap pagi. Kamu kuajak bicara meski aku tak pernah yakin kamu memahaminya.
 
Layaknya anggota keluarga, aku memberimu makan, menyediakanmu tempat tinggal dan membelikanmu hadiah-hadiah agar hatimu senang. Adalah salah satu hiburanku melihat ekspresi mukamu yang kesenangan dan menggemaskan.

​Tentu saja aku terhenyak ketika kamu yang tadinya selalu ada harus pergi dengan tiba-tiba. Membersihkan kandangmu dan menguburkan tubuhmu adalah momen yang tidak gampang. Sampai sekarang, aku bahkan masih sering menyisihkan uang untuk membeli keperluanmu — saking terbiasanya aku melakukan hal itu saat kamu masih ada dulu. Bagiku kamu bukan hanya hewan peliharaan yang lucu. Kamu juga sahabat, dan bahkan sudah kuanggap anggota keluargaku.


Mungkin memang konyol ketika manusia bersedih karena hewan. Tapi toh rasa sedihku tak bisa ditahan

Aku menangis. Maaf, padahal aku tahu kamu tak ingin aku menangis karena kepergianmu. Bagaimanapun, bukankah ini memang hanya soal waktu?

Tapi apa boleh buat. Sudah kucoba menahan, tapi sepertinya aku belum sekuat itu untuk cepat melepaskan. Bayangkan saja. Apa yang harus kurasa ketika kandangmu yang dulu ramai kini senyap tanpa suara? Harus kuapakan pula sisa-sisa makananmu yang masih tersimpan di rak, setia menunggu pemiliknya?


​Maaf jika dulu aku sering menumpahkan kekesalanku padamu. Padahal kamu tak salah apa-apa, selain menjadi pendengar setia

Aku bukan owner yang bisa selalu bersabar. Kadang dirimu malah kujadikan pelampiasan rasa kesal. Meski kamu tak salah apa-apa, aku sering berbicara padamu dengan nada tinggi dan kadang kasar. Semua karena aku tak tahu lagi kepada siapa harus menumpahkan kekesalan.

Kamu adalah pendengar yang baik. Meski aku tak selalu berkata manis, kamu setia mendongakkan kepala untuk mencerna kata-kata yang aku punya. Mungkin itulah kenapa aku jadi merasa bisa menceritakan padamu hal apa saja. Termasuk cerita-cerita yang sebenarnya tak selalu penuh suka.
Ah, sekarang ketika kamu tak ada, kepada siapa aku harus bercerita?


​Kasih sayang adalah bahasa yang lebih bermakna dari kata-kata. Terima kasih telah membuatku memahaminya

Kita tak pernah satu bahasa. Selama ini, kita bercengkerama lewat bahasa tubuh dan mimik muka. Namun walau begitu, aku tak pernah merasa kesulitan menjadikanmu seorang teman. Rupanya cukuplah bagi dua makhluk hidup untuk berbincang dalam bahasa kasih sayang. Tidak perlu kukuasai bahasamu, dan kamu pun tak akan mungkin bisa menyebut namaku. Tapi bukankah kita begitu eratnya bagai dua saudara?


Foto-foto yang dulu kuambil untuk menunjukkan kelucuanmu sekarang jadi memento bahwa kamu pernah di sisiku

Dulu, salah satu hal yang paling sering kulakukan adalah memotret kelucuanmu dengan kamera HP-ku. Entah itu kamu yang sedang tertidur, bermain bola, makan dengan lahap, hingga menatapku lugu. Sekarang, foto-foto itu jadi saksi bahwa kamu pernah mengisi sebagian ruang hidupku. Saat aku mengambilnya dulu, tak pernah aku mengira akan menjadikannya alat untuk mengenang saat-saatku bersamamu.


Hidup memang sunyi tanpamu di pangkuanku, tapi aku harus tetap bergerak maju

Sudah beberapa waktu berlalu sejak kepergianmu. Aku mencoba, selangkah demi selangkah, menjalani hidup seperti biasanya. Ya, aku harus terus maju dan tegar di hidup yang dipenuhi pribadi yang datang dan pergi, layaknya dirimu. Aku akan selalu ingat bahwa kamu pernah hadir di hidupku, sebagai penguat semangatku di saat sedih dan senangku.


Kamu yang dulu menghabiskan waktu dengan bermain-main denganku, maukah berjanji sesuatu? Baik-baiklah di sana — aku sayang padamu!

ebelum aku mengakhiri surat rinduku ini, izinkan aku berucap: aku menyayangimu. Maafkan segala kesalahanku. Kuharap kita bisa bersama lagi setelah nyawaku pun “kembali”. Sebelum waktu itu tiba, semoga kamu baik-baik saja ya disana.


                         (Dari seseorang yang sering mengganggu, membelai, dan mengambil fotomu dulu)

Minggu, 14 Juni 2020

Sederet Makna tentang Filosofi Kehidupan

Hipwee.com - Dedaunan yang jatuh berguguran ke bumi. Langit menggema pada bumi. Desiran angin berhembus menyejukkan untuk bumi. Alam membersamai setiap langkah insani dipijaknya bumi. Renyah riuh , Alam menyambutnya dengan hati lapang, Tak sejengkal pun membencinya.

Dunia yang fana ini sementara, dunia ini bukan tempat kita tinggal, dunia ini tempat kita meninggalkan.

Ada kelahiran, akan ada fase kembali pada keabadian. Setiap saat selalu menjemput menunggu dengan giliran, nama siapa yang terletak pada daun bumi yang akan gugur. Fase kehidupan sudah menjadi ketetapan takdir dari Ilahi. Hanya doa yang mampu merubah takdir kehidupan.

Kebahagiaan tak selamanya abadi. Kesakitan tak selamanya abadi. Kesedihan tak selamanya abadi. Roda kehidupan dan hukum alam Ilahi selalu adil dan Allah bekerja mewarnai kehidupan alam semesta ini dengan sangat bijaksana. Semua akan ada gilirannya. Hari berganti hari. Waktu berganti dan bergulir setiap detiknya.

Menghargai setiap dari segi perbedaan dengan tidak mempermasalahkan dan merumitkannya adalah hal yang mutlak yang sudah semestinya diterapkan. Belajar lebih lapang hati. Hal pertama kali yang kita minta kepada Allah ialah minta agar selalu diberi kelapangan hati, selalu dijaga rasa bersyukur didalam hati serta tak pernah kehilangan ucap istighfar didalam setiap nafas dan langkah kita.

Jika kita dihadapkan pada situasi dan pilihan, turutilah kata hati sendiri. Jika kita dihadapkan pada seseorang yang menyayat hati, bersyukur kepada Allah. Bahwasannya Allah telah mengirimkan orang tersebut untuk menjadi ujian dalam hidup. Karena darinya setiap noda telah dihapuskan oleh Allah. Hanya Allah yang maha sempurna. Bersyukur karena darinya kita memahami, darinya kita belajar ikhlas dan menjadi pemaaf.

​​Agar hal yang menyakiti serupa tidak kita lakukan kepada orang lain. Karena kita pernah ada di posisi dan situasi tersebut. Kita mampu untuk lebih merasakan apa yang orang lain juga rasakan. Apapun bentuknya, entah pembelajaran tentang kepiluan, tentang kesedihan, tentang keperihan bahkan kebahagiaan.

Allah tak pernah ingkar. Allah bersama dengan setiap hambanya yang bersabar. Janji Allah adalah pasti.

"Jangan mencubit jika tak mau dicubit. Jangan mengusik jika tak mau diusik. Bijak berlaku adil. Setarakan antara hak dan kewajiban. Naiklah tanpa menjatuhkan. Majulah tanpa menyudutkan. Bahagialah dengan cara sendiri yang sportif dan natural, tanpa menyingkirkan, tanpa meremukkan hati dan jiwa yang lain."

Tak selamanya kita hidup. Dunia ini tempat berbekal untuk kembali pulang kepada Allah. Iman serta amal kita sudah mencukupikah?

Seandainya waktu memanggil kita tanpa waktu yang berkompromi, semoga hati kita selalu dijaga dan dipelihara oleh Allah didalam setiap nafas yang kita hirup ini.

Di balik sendu, Allah menitipkan hikmah yang bisa dipetik. Dibalik tabir awan mendung, Allah selalu menjaga dan menerangi pekat hari. Sejauh pijakkan langkah kita dari setiap hari yang berlalu dan dilewati, selalu ada naungan kasih yang Allah jaga sematkan agar kita mengerti dan senantiasa memelihara rasa bersyukur.

Istighfar penuh yang mengiringi hari, ialah luapan rasa yang menggantungkan harap dan menyandarkan diri sepenuhnya hanya bersama Ilahi Rabbi yang maha mengerti. Dari sekian banyak luapan kias lukisan hati yang mewarnainya dari segala hal yang melingkupi.

Andai waktu memanggil, semoga senyum diakhir masa kehidupan menuju keabadian dalam keadaan yang Allah ridhai penuh menginggat dekat bersama Allah. Biarkan Allah yang menilai hati kita. Biarkan waktu semesta yang menjabarkan dengan caranya. Dari setiap jemari tangan yang mengayun, dari setiap hati yang mengalun, tangan dan hati kan menjadi saksinya dikeabadian hari nanti.

Dalamnya suka, dalam nestapa, dalamnya rasa syukur kepada Allah…

Dalamnya pengorbanan tak jemu memandang melangkah lewati hari dengan keyakinan kepada Allah…

Dalamnya setiap tetesan yang keluar dari kelopak mata sebagai hikmah dan pembelajaran. Dalamnya bias butir air mata seorang wanita ialah karunia dari Sang Khalik. Tetesan air mata untuk melegakan dan membersihkan hati dari penat seorang wanita yang mungkin tertahankan olehnya.

Hanya bersama Allah ia meluapkannya. Allah maha melihat dan setiap butir dari tetesan air mata itu Allah akan jawab, Allah akan ijabah, Allah akan hapuskan celah noda, Butiran bias tetesan air mata pun mampu menjadi saksi kelak menjawab dihadapan Allah nanti. Tersenyumlah selalu duhai wanita.

Senyummu adalah ladang berkah serta ibadah dari amalanmu. Perkataan kita adalah doa. Jaga lisan. Jaga hati. Karena setiap ucapan adalah doa. Apa yang menjadi prasangkamu itulah yang Allah dengar. Semoga hati kita selalu dilindungi dari setiap prasangka yang tak Allah perkenankan, dan selalu berpikir positif menjalani hari-hari.


By : Anggun Gerardine

11 Tunik Lamaran Warna Kalem untuk yang Berhijab. Bikin Makin Anggun dan Siap Menanti Ijab

Hipwee.com - Walau secara resmi belum bisa dilaksanakan karena adanya halangan namun kita halu sebentar nggak apa-apa ya~ Kali ini Hipwee Wedding mau bahas edisi busana lamaran yang ingin dipakai. Walau nggak se-wah daripada yang dipakai saat menikah namun pakaian ini perlu juga dipersiapkan jauh-jauh hari. Salah satu model yang memberikan sentuhan modern tapi tak meninggalkan kesan anggun yang diberikan saat memakai kebaya adalah baju tunik yang memiliki ciri-ciri bagian bawah yang agak panjang daripada biasanya.

Meskipun memiliki ciri khas demikian, tapi ternyata model baju tunik ini tetap bisa lo dimodifikasi. Pun warna apapun sebenarnya akan cocok untuk pakaian yang satu ini. Jika kamu ingin tampil elegan, warna-warna kalem seperti beberapa contoh berikut ini mungkin bisa kamu coba. Intip bersama yuk!

1. Tunik asimetris yang lebih panjang bagian belakangnya ini akan membuatmu terlihat lebih ramping dan tinggi apalagi dengan bawahan rok warna senada

2. Tunik cantik ini terdiri dari dua lapisan kain yang bagian luarnya sengaja dibuat transparan, hasilnya super elegan!

3. Untukmu si penyuka baju longgar, tunik loose warna abu-abu ini akan cocok dipadukan dengan bawahan dan hijab warna hitam

4. Tunik brokat warna krem polosan ini akan terlihat makin cantik dengan aksen drapery di bagian pinggang

5. Penyuka minimalis barangkali akan menyukai model tunik yang satu ini. Hiasan simpel bagian leher dan pinggangnya membuat penampilan naik kelas

6. Kebaya loose akan terlihat lebih modis dengan adanya variasi di bagian bawah menjadi asimetris begini. Pemilihan kain brokat dengan payet membuatnya terlihat berkelas

7. Jika ingin tunik yang berbeda dan bukan dari bahan brokat, tunik dari kain organza yang dibordir dan memiliki lengan lonceng ini bisa kamu pilih

8. Siapa bilang penyuka warna hijau tak bisa memakai warna kalem di momen lamaran? Asal hijaunya begini, bisa saja kok~

9. Untukmu yang ingin tampak lebih berisi, tunik dari kain organza yang memberikan volume pada tubuhmu ini bisa menjadi pilihan yang cocok

10. Galau antara ingin pakai gaun atau kebaya? Tunik yang memiliki panjang hingga ke mata kaki ini akan jadi jawabannya

11. Dengan model basic namun bukan loose, kamu bisa memiliki tunik simpel dengan warna yang cantik ini untuk lamaranmu

Bagaimana? Sudah nemu satu yang klik untuk referensi tunik lamaran dengan warna yang kalem? Atau semakin bingung karena cantik semua? Kuncinya sesuaikan juga model busananya dengan bentuk tubuhmu ya!



By : Nurma Arum

Jumat, 01 Mei 2020

10 Kalimat yang Menjelaskan Kalau Jomblo Seumur Hidup itu Nggak Hina, Bisa Juga Tetap Bahagia

 
Hipwee.com - Saat banyak orang berlomba-lomba mencari pacar, mungkin kamu hanya menatap dari kejauhan saja. Sebab saat ini percintaan tak terlalu menarik bagimu. Bahkan kamu belum pernah pacaran sekalipun seumur hidup. Apakah itu salah? Tentu saja tidak. Setiap orang berhak memilih waktu yang tepat untuk menjalin hubungan. Kalau sekarang belum mau, tak mengapa. Barangkali kamu ingin fokus pada hal lain dulu. Mungkin fokus pada kuliah, pekerjaan, atau lainnya.

Namun terkadang, pilihanmu ini seakan-akan tak bisa diterima banyak orang. Dengan ekspresi terkejut dan penuh rasa heran, mereka selalu berkomentar “bisa-bisanya nggak pernah pacaran?” Tenang saja, balas ucapan mereka dengan kalimat-kalimat berikut ini.

1. Siapa bilang jomblo itu hina? Asal pintar memanfaatkan waktu yang ada, kita justru bisa menjadi jomblo yang berkualitas


2. Seperti apa pun kondisi kita, sebetulnya tak masalah asalkan tetap bahagia. Jadi tak perlu malu dengan status single

3. Sah-sah saja kalau mau menunda percintaan dulu. Sebab ada hal lain yang lebih mendesak, yakni menggapai impian


4. Terkadang omongan orang lain tak perlu didengarkan. Lebih baik percaya pada diri kita sendiri


5. Kebahagiaan tak hanya bisa dicapai bersama pasangan. Asalkan tahu caranya, sendirian pun bisa tetap senang


6. Di masa muda seperti ini, kebebasan adalah hal yang luar biasa. Jadi wajar saja kalau kita ingin menikmatinya lebih lama



7. Tak semua pasangan berakhir bahagia. Justru dengan menjadi single, kita terhindar dari banyak drama


8. Karena lama menjadi jomblo, kita terlatih untuk mandiri. Bahkan kebahagiaan pun bisa dicapai sendiri


9. Hidup ini tak melulu tentang percintaan. Dengan menjadi jomblo, kita justru bisa menekuni banyak hal


10. Walaupun nyaman jadi jomblo, kita berharap agar suatu saat bertemu jodoh di waktu yang tepat. Sabar saja dulu~


Pada akhirnya, kita akan bertemu dengan jodoh yang tepat. Namun tak ada salahnya kalau sekarang ingin sendirian dulu. Sebab jadi lebih leluasa untuk melakukan berbagai hal. Bisa sekalian berbenah diri nih! Semakin berkualitas diri kita, nantinya jodoh yang datang pun akan semakin baik. Yuk semangat~



By : Ratu Pandan Wangi

7 Pertanda Kamu Punya Masalah dengan Harga Diri. Kamu yang Sering Minderan Harus Sadar Ini!

Hipwee.com - Meragukan diri sendiri, minder pada prestasi orang lain, takut pada kegagalan itu hal yang biasa. Artinya bisa dialami oleh siapapun di dunia. Tetapi menjadi tidak biasa bila kamu alami setiap hari. Terlebih bila ditambah dengan rasa percaya bahwa dirimu tidak bisa apa-apa atau keberadaanmu di dunia ini sia-sia.

Bila itu kamu alami, barangkali sesungguhnya kamu memiliki harga diri yang rendah. Kamu selalu merasa dirimu lebih buruk dari dari orang lain, sehingga kamu merasa orang lain harus didahulukan. Rasa harga dirimu yang rendah bisa bersumber dari kurangnya penghargaan pada dirimu sendiri. Bila hal-hal ini kamu alami, berarti benar bahwa kamu kurang mencintai dirimu sendiri.

1. Kamu merasa frustrasi karena kamu tidak bisa seperti orang lain. Apakah kamu lupa bahwa semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing?

Jangan membandingkan diri dengan orang lain

Kebiasaan membandingkan diri sendiri dengan orang lain bisa berasal dari rasa tidak nyaman terhadap dirimu sendiri. Ingatkah kamu tentang istilah rumput tetangga pasti lebih hijau daripada rumput di halaman sendiri? Itulah yang terjadi jika kamu selalu membandingkan dirimu dengan orang lain. Rasa yang akan terjadi hanyalah semakin kamu akan melihat kekuranganmu sendiri. Padahal tidak pernah ada kategori yang cukup untuk membandingkan dua individu, bahkan meski mereka memiliki satu atau dua kesamaan. Yang harus kamu catat, tentu bahwa setiap orang memiliki keunikannya sendiri-sendiri.

2. Mengucapkan ‘sorry’ untuk apapun yang kamu lakukan dan tidak kamu lakukan. Apapun yang terjadi di dunia, kamu merasa bersalah untuk itu

Stop mengatakan sorry

Salah satu tanda bahwa harga dirimu rendah adalah bahwa kamu meminta maaf untuk apapun yang kamu lakukan dan tidak kamu lakukan. Seperti ungkapan selamat pagi dan selamat sore, ‘sorry’ juga ada timing dan situasinya sendiri. Mengatakan ‘sorry’ memang perlu saat kamu berbuat salah, atau melakukan sesuatu yang salah. Tapi bila kamu minta maaf saat seseorang ingin memintam pulpen padamu dan kamu tidak punya, itu jelas tidak tepat.

3. Kamu menangkap kritik sebagai serangan personal yang menjatuhkanmu seketika. Padahal kritik bisa membangun karyamu lebih baik lagi

Tidak bisa terima kritik

Ketika atasanmu memprotes hasil kerjamu dan mengatakan kamu harus memperbaiki sistem kerjamu selama ini, kamu merasa bahwa atasanmu tidak menyukaimu dan karena itu kamu akan segera dipecat sebentar lagi. Berpikir seperti itu, selain menunjukkan harga dirimu yang rendah, juga menunjukkan bahwa kamu tidak bisa profesional dalam bekerja. Padahal jika kamu bisa berpikir lebih baik lagi, kritik dari atasanmu justru bisa meningkatkan kinerjamu dari yang sudah-sudah. Sebagai wakil dari kantor yang membayar gajimu, tentunya atasanmu ingin mendapatkan hasil yang terbaik darimu bukan?

4. Kamu terlalu memikirkan pikiran orang lain tentang dirimu. Padahal mereka mungkin tidak tahu apa-apa tentang hidupmu

Terlalu peduli omongan orang

Tidak masalah kalau kamu ingin membuat orang lain terkesan. Siapa yang tidak mau dianggap pintar, baik, cerdas, dan sederetan predikat positif lainnya? Tapi menjadi masalah ketika kamu terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu. Apapun yang terjadi, orang lain memang selalu menjudge-mu. Mereka hanya menilai apa yang terlihat, tanpa peduli alasanmu. Untuk apa kamu terus-terusan memikirkan omongan orang, yang jelas tidak tahu apa-apa tentang hidupmu?

5.  Demi menghindari konflik, kamu juga selalu berpura-pura semuanya baik-baik saja, meski dengan begitu kamulah satu-satunya yang terluka

Pura-pura baik-baik saja

Bagimu, tidak masalah kalau kamu terluka, asalkan tidak ada konflik yang terjadi. Karena itu, kamu selalu menyimpan sendiri pendapatmu, meskipun sebenarnya kamu tidak setuju atau bahkan keputusan itu merugikanmu. Kamu merasa bahwa posisimu lebih rendah daripada yang lain, sehingga pendapatmu tidak perlu dipertimbangkan. Asalkan damai, semua setuju, tak masalah kamu terluka sendirian.

6. Saat berhasil melakukan sesuatu, kamu menganggapnya sebagai keberuntungan saja. Padahal kerja kerasmu juga perlu dihargai olehmu sendiri

Usahamu harus dihargai

“Wah, kamu menang lomba ya? Selamat yaa! Hebat banget deh! Karya kamu emang luar biasa!”
“Ah enggak kok, cuma lagi beruntung aja. Hehe.”
Rasa percaya dirimu yang rendah akan membuatmu merasa semua keberhasilan yang kamu dapatkan hanyalah karena keberuntungan semata. Karena itulah kamu sering salah tingkah dan malah tidak nyaman saat menerima pujian. Padahal di balik semua itu, perjuanganmu yang berdarah-darah memang patut diacungi jempol. Apa yang sudah kamu lakukan sehingga

7. Kamu sering mundur sebelum berjuang hanya karena merasa tidak akan bisa mencapainya. Padahal sebelum mencoba, kamu tahu dari mana?

"Terlalu takut untuk mencoba"

“Ah, dia lebih qualified daripada aku. Dia lulusan luar negeri, IPKnya tinggi, pasti kemampuannya juga luar biasa. Udah lah, nggak mungkin banget aku bisa berhasil.”
Meragukan kemampuan diri sendiri itu wajar. Tapi jangan dibiarkan berlama-lama. Apalagi jika itu membuatmu menyerah sebelum mencoba. Kamu merasa sudah pasti gagal, karena ada orang lain yang lebih mumpuni. Padahal tanpa kamu mencoba dan membuktikannya sendiri, kamu tahu dari mana bahwa kegagalan pasti akan kamu alami? Ingat, kamu bukan Tuhan yang tahu segala-galanya.
Bagaimana orang melihat dirimu ditentukan juga dengan bagaimana kamu memandang dirimu sendiri. Mencintai diri sendiri tidak selalu berarti narsis kok, tapi kamu menghargai apapun yang kamu dapatkan. Mulai hari ini, ingat selalu bahwa kamu tidak harus mempunyai yang dipunyai orang lain. Sebaliknya, kamu juga pasti mempunyai kualitas yang tidak dipunyai orang lain. Karena setiap manusia pasti memiliki keunikannya masing-masing. Tidak ada alasan untuk memandang rendah dirimu sendiri.
Lagipula kalau bukan kamu dulu yang mencintai dan menghargai dirimu sendiri, lalu siapa lagi?


By :  Pradnya Wardhani