Minggu, 29 Juli 2018

Terlahir Sensitif dan Baperan, 12 Hal Ini Sudah Sering Kamu Tanggung Sendirian

Featured Image

Hipwee.com - Sifatmu yang terlalu sensitif dan sering baper, mungkin sering jadi bahan bercandaan teman. Bukannya berusaha memahami  hatimu yang lembut, mereka justru akan menyuruhmu untuk nggak usah dimasukin ke dalam hati. Lalu mereka dengan mudahnya bilang begini ke kamu,
“Jangan terlalu sensitif ah!”

Mungkin kalau bisa memilih, kamu akan memilih jadi orang yang nggak pedulian. Cuek dan nggak pernah memerdulikan apa kata orang, asal kamu nyaman dengan dirimu sendiri. Hati yang terlalu sensitif seringnya membuatmu berada dalam situasi nggak enak juga. Sebagai orang yang sensitif perasaannya, kira-kira inilah hal-hal nggak enak yang harus kamu tanggung setiap harinya.

1. Rasa tersinggung yang sering muncul dari ucapan orang sungguh menyiksa, walau sebenarnya dia nggak sengaja

tersinggung sih, tapi....

Saat kamu ngobrol dengan teman, atau nggak sengaja mendengarkan obrolan teman, kamu bisa merasa tersinggung saat menemukan hal-hal yang nggak enak. Temanmu barangkali nggak berniat untuk menyinggung atau bahkan melukai. Tapi karena kamu merasa hal itu kamu banget, jadinya kamu tersindir dan baper.

2. Tapi tersinggung pun lebih sering kamu pendam sendiri, karena mengungkapkannya semakin membuatmu nggak nyaman

ah yaudahlah

Rasa sakit itu juga nggak bisa kamu bagi-bagi. Perasaanmu yang lembut memilih untuk menyimpan sendiri dalam hati daripada mengungkapkannya kepada dia yang tak sengaja membuatmu tersinggung. Alasanmu jelas karena itu akan membuat situasi semakin nggak nyaman. Karena semua kamu pendam sendirian, sakitnya jadi berlipat-lipat. Iya nggak?

3. Hatimu yang super lembut juga selalu memikirkan perasaan orang lain. Ya gimana, kamu tahu sakit hati itu nggak enak rasanya

menyinggung teman adalah hal yang kamu hindari
 
Tersinggung dan sakit hati itu nggak enak. Buktinya kamu selalu mengalami sendiri. Karena itu, menjaga perasaan orang lain adalah hal yang selalu kamu lakukan. Membuat orang lain tersinggung adalah hal yang paling menakutkan bagimu. Karena itulah, semenyebalkan apapun orang yang kamu hadapi, seburuk apapun perasaanmu saat itu, kamu tetap pasang senyum tulus dari dasar hati.

4. Kamu juga sering dilanda perasaan bersalah. Rasanya nggak pantas kamu berbahagia, kalau ada temanmu yang sedang putus cinta

gak enak mau bahagia...

Karena perasaan orang lain adalah hal utama yang kamu jaga, seringkali kamu menyembunyikan saja jika kamu bahagia. Kamu selalu merasa tak pantas jika kamu merasa bahagia, sementara di sekitarmu ada teman yang sedang terluka. Meski sebenarnya luka temanmu nggak ada hubungannya dengan kamu juga. Tapi tetap saja, kamu merasa nggak pantas kalau merasa bahagia.

5. Setelah mengucapkan kata-kata yang salah, kamu kepikiran berhari-hari. Padahal dia yang kamu pikirkan malah nggak ingat sama sekali

"Salah ngomong nggak ya tadi..."

Sering merasa bersalah tanpa alasan pasti juga sering kamu alami. Kadang kamu mengatakan sesuatu, lalu menyadari bahwa bisa saja perkataanmu itu menyinggung lawan bicaramu. Lalu kamu berpikir bahwa lawan bicaramu bisa saja hanya memendam rasa sakit hati, seperti  yang selalu kamu lakukan. Kalau sudah begini, kamu akan disiksa rasa bersalah selama berhari-hari.

6. Terenyuh, sedih, nelangsa, adalah yang kamu rasakan sehari-hari. Melihat kucing kecil kurus mencari induknya saja bisa bikin kamu nangis

Duh kasihan kamu....

Saat keluar rumah, begitu banyak kejadian yang menyentuh hati. Rasa terenyuh, sedih, nelangsa, dan sakit hati adalah hal yang kamu rasakan sehari-hari. Saat di kereta, kamu kena omel orang sedikit saja rasanya langsung pengen nangis. Saat kamu melihat anak kucing yang teriak-teriak mencari induknya, kamu kepikiran. Gimana kalau induknya nggak datang? Gimana kalau anak kucing itu ketabrak kendaraan? Duh, ini akan membuatmu nggak tenang seharian.

7. Kalau ditawari orang jualan di jalan, seringnya kamu nggak bisa nolak untuk beli. Bukan karena butuh, tapi karena kasihan

nggak tega kalau nggak beli

Di jalan kamu juga bisa bertemu dengan banyak pedagang yang menawarkan barang dagangannya. Di sini kamu nggak pernah bisa menolak. Apalagi kalau pedagangnya orang tua ringkih atau anak-anak kecil. Rasanya kamu pengen beli semua dagangannya, meski nantinya kamu nggak tahu barang itu mau diapakan.

8. Pengamen juga layak didengarkan. Kamu selalu nggak tahan untuk memberi seribu atau dua ribu, walau teman-temanmu bilang itu tidak perlu

Pengamen juga layak didengar

Teman-temanmu selalu bilang bahwa tak perlu memberi uang pada pengamen. Toh mereka masih muda-muda, kalau mau, mereka pasti bisa mendapatkan pekerjaan. Emang dasarnya malas aja kali. Tapi buatmu, merelakan seribu atau dua ribu untuk pengamen nggak pernah jadi masalah. Apalagi kalau suara dan nyanyiannya bagus. Bukan hanya itu, jika penumpang lain biasanya sok sibuk dan nggak repot-repot mendengarkan nyanyian si pengamen, kamu selalu merasa nggak enak kalau nggak memperhatikan. Mungkin kamu membayangkan dirimu sendiri di sana, berusaha menyanyi dan menghibur, tapi nggak seorang pun peduli. Duh, jadi sedih…

9. Mengkhawatirkan sesuatu secara berlebihan juga sering kamu lakukan. Nggak bisa ditahan, meski itu bikin kamu stres sendirian

stres sendiri
 
Khawatir terhadap sesuatu atau seseorang memang wajar. Itu tandanya kamu punya kepedulian. Tapi rasa khawatirmu seringnya di batas nggak wajar. Misalnya kamu pesan makanan delivery. Setelah itu hujan deras dan petir mulai menyambar. Kamu mulai mengkhawatirkan keselamatan abang-abang delivery yang tadi mengantarkan makanan. Sama seperti ketika hujan deras melanda tapi ada anggota keluargamu yang di luar rumah. Rasa khawatir itu benar-benar menyiksamu dan membuatmu stres sendiri.

10. Orang selalu bilang kamu baper. Emang iya sih, tapi ya nggak usah gitu. Jadi makin baper kan…

Kan...makin baper.
“Gitu aja baper.”
Mungkin itu kalimat yang paling sering kamu dengar dari teman-teman di sekitarmu. Kebiasaanmu mengkhawatirkan yang nggak perlu, dan mencemaskan hal-hal yang tidak penting membuat kamu sering dianggap lebay. Iya sih, kamu memang bawa-bawa perasaan alias baper. Tapi apa salahnya menjadi baper? Dan nggak perlu lah ditegasin betapa bapernya kamu. Nah kan, kamu malah makin baper.

11. Kamu nggak ngerti kalau orang bilang padamu: “Udaah, nggak usah dimasukin ke hati!” Masalahnya, bagaimana caranya?

Orang selalu bilang 'gak usah dipikirin', tapi....
 
Setelah ‘gitu aja baper’, kalimat kedua yang sering kamu terima mungkin ‘udah, jangan dimasukin ke hati.’ dan ‘jadi orang jangan terlalu sensitif’. Kamu yang sudah baper, malah semakin baper. Masalahnya kamu nggak mengerti bagaimana caranya nggak memasukkan ke hati hal-hal yang mengganggu itu. Bagaimana caranya untuk nggak usah dipikirin kalau kenyataannya hal itu nggak bisa dihilangkan dari pikiranmu? Rasa empati dan simpati itu seringnya muncul tanpa bisa dikendalikan.

12. Kadang kamu juga pengen bersikap ‘bodo amat’, nggak peduli kata orang. Tapi, mana bisa kamu menghilangan rasa khawatir yang ada

inilah yang sebenarnya terjadi

Meski begitu, kamu juga sering menuruti saran teman-temanmu untuk mencoba lebih kuat dan tega. Kamu berusaha untuk mengabaikan omongan orang dan mencoba untuk bodo amat pada setiap keadaan. Tapi meskipun kamu sudah berusaha keras, seringnya apa yang kamu lakukan berujung gagal. Bagaimanapun juga, hatimu yang memang halus dan sensitif itu tetap berfungsi seperti biasanya. Mencoba bersikap masa bodoh justru lebih membebani karena kamu sendiri tahu itu hanya menipu diri.

Menjadi orang sensitif nggak pernah sesederhana yang orang pikirkan. Perasaan nggak bisa diubah-ubah dengan mudah seperti mengubah channel televisi. Tenanglah, bukan berarti kamu sok baik atau jiwamu rapuh. Tapi memang kamu punya cara sendiri untuk merasakan berbagai hal di dunia.



By : Pradnya Wardhani

0 komentar:

Posting Komentar