Selasa, 31 Desember 2013

Semangat Juang Ibu


Semangat juang ibu memang tidak ada habisnya, sejak kecil kita dibina olehnya. Tidak hanya dengan sesuap nasi melainkan rasa kasih saying yang tiada taranya.
Diberinya kita nasihat dan norma dalam kehidupan. Tak kalanya ia berbagi pengalamanya sendiri atau hanya sekedar bercerita dongeng sebelum kita menutup mata di malam hari, tertidurlah kita dalam alunan nina bobonya. Disaat pagi menjelang pun ia sudah tersenyum didekat kita untuk mengucapkan selamat pagi. Diantarkannya sarapan pagi kegemaran kita. Betapa mudahnya kehidupan kita dulu sewaktu kecil, apapun yang kita minta akan diturutinya. Ingatkah kalian pada masa itu?

Sejalannya kehidupan kita pun beranjak dewasa, dituntunnya kita dalam sikap kemandirian dan rasa tanggung jawab. Ibu pun tak lupa mengingatkan kita untuk tersenyum pada setiap orang, berbuat baik dan ramah tidak ada ruginya toh? Kalian tahu, dalam kita bersenyum pun kita termasuk orang yang belajar untuk bersyukur. Bersyukur bahwa kita masih diberi kesempatan untuk menjalani hari ini, maka tersenyumlah kawan.

Ibu juga mengajarkan kita bahwa dalam hidup ada kalanya kita sukses adapun kita jatuh tersungkur, namun bagaimana caranya kita dapat bangkit dan mendaki untuk mencapai kesuksesan. Mental, itulah kata yang kadang dibiarkan namun mentallah yang mampu untuk mendorong kita untuk bekerja keras. Rasa tidak gampang menyerah, mampu membuat hidup kita layak untuk tetap dipertahankan. karena dengan kita gampang menyerah kita akan berada dibawah. Karena hidup memang tidak mudah dijalani apabila kita tidak berusaha.

Dan pada akhirnya ibu juga mengajarkan kita untuk berbagi, dalam hal kebaikan atau secara keuangan (bersedekah). Tidak ada ruginya kan kita berbagi sesama? Toh kita tidak bakal kehabisan uang hanya karena kita sering memberi. Memang benar ibu seorang pejuang yang tidak kenal harganya, membesarkan anaknya tanpa maksud imbalan apapun. Hanya berharap anaknya kelak dapat berguna di dunia dan akhirat.

0 komentar:

Posting Komentar