Selasa, 31 Desember 2013

Hadiah yang Berharga


Sekali waktu, ketika Tuhan telah selesai membuat dunia, ia ingin meninggalkan sepotong karunia-Nya sendiri, percikan hakikat-Nya, janji kepada manusia bahwa mereka bisa jadi apa saja yang mereka inginkan.
Ia mencari tempat untuk menyembunyikan karunia yang berharga ini karena Tuhan menjelaskan bahwa manusia tidak akan pernah menghargai sesuatu yang dapat ditemukan dengan mudah.
“Anda dapat menyembunyikan karunia tersebut di puncak gunung tertinggi di bumi,” kata salah satu penasihat-Nya.
Tuhan menggelengkan kepala-Nya, “Tidak, karena manusia adalah makhluk petualang dan dia akan segera cukup belajar untuk mendaki puncak gunung tertinggi.”
“Sembunyikan kemudian, di kedalaman bumi.” kata penasihat-Nya lagi
“Saya pikir tidak,” kata Tuhan. “suatu hari manusia akan tahu bahwa mereka dapat menggali ke dalam bagian terdalam dari bumi.”
“Di tengah laut kemudian, Tuhan?” usul penasihat-Nya.
Tuhan menggelengkan kepala-Nya. “Aku sudah memberikan manusia otak, Anda akan lihat bahwa suatu hari dia akan belajar untuk membangun kapal dan menyeberangi lautan luas.”
“Lalu dimana Anda akan menyebunyikan karunia-Mu?” teriak penasihat-Nya.
Tuhan tersenyum, “Aku akan menyembunyikannya di mana setiap pria dan wanita akan dapat menemukannya jika mereka menjalani kehidupan dengan tulus dan selalu bersyukur. Aku akan menyembunyika karunia-Ku di hati mereka.”

0 komentar:

Posting Komentar