Rabu, 09 April 2014

Berjalan Atau Berlari, Tapi Jangan Berhenti

Foto by gyllysurf.org.uk

Gemintang.com – Sahabat… Ketika mendengar kata cobaan, mungkin pernah diantara kita merasa takut. Kita menutup mata, hati dan telinga. Padahal, dalam hidup cobaan tentu ada. Tidak kenal seberapa lemah atau kuat seseorang, cobaan akan selalu menanti dalam setiap detik kehidupannya. 
Saat kamu membaca tulisan ini, mungkin kamu sedang dilanda galau hati. Menghadapi masalah yang tak kunjung reda, dan masih mencari solusi yang dirasa tepat untuk mengatasinya. Namun disini kita akan kembali merenungi untuk bisa mengerti, mengapa cobaan tak hentinya datang bertubi-tubi.

Kamu mungkin pernah mendengar istilah titik terendah. Dalam hal kehidupan manusia, sakit berat, dikhianati, teraniaya dan rugi, semua itu adalah bagian dari bentuk titik terendah. Tapi manusia seringkali marah, mengeluh dan kesal bila hal tersebut menimpanya. Padahal ketika cobaan semakin besar dirasakan, saat itulah seharusnya Ia memohon ampun, perbaiki diri, dan tetap bersyukur, karena pada hakikatnya, fenomena-fenomena menakjubkan banyak berada pada titik terendah. Bukankah doa seorang yang teraniyaya akan diijabah?

Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami hal yang sangat menakjubkan dan kita mengatakannya sebagai keajaiban. Contohnya, kamu mengalami kerugian berjuta-juta, tapi tahu-tahu kamu untung dalam sehari. Atau, kamu mengalami kecelakaan maut, tapi tahu-tahu selamat dan terhindar dari bahaya kematian. Terkadang hanya hal-hal dramatis saja yang sering kita sebut sebagai keajaiban, padahal tiap detik sesungguhnya Tuhan selalu berada di samping kita.

“Ketika kamu tidak pernah sakit, tidak pernah mengalami kecelakaan maut dan tidak pernah rugi ratusan juta, bukankah selayaknya kamu bersyukur karena memiliki keajaiban setiap detiknya?”
Tuhan tidak memberikan cobaan kepada manusia untuk membuatnya terlihat malang ataupun menderita ditengah canda tawa orang-orang disekelilingnya. Tuhan juga tidak memberikan keselamatan untuk membuat makhlukNya terlihat sombong. Semua yang ada, adalah peristiwa yang bukan tanpa hikmah.

Dalam sebuah kompetisi lari, setiap peserta berlomba-lomba untuk bisa mencapai garis akhir. Ada yang memulainya dengan berlari pelan, dan ada pula yang langsung berlari kencang. Namun di tengah perlombaan, seorang yang berlari kencang terlihat menghentikan langkahnya karena kelelahan, bahkan ia cedera karena terlalu memaksakan. Cerita ini memberi hikmah kepada kita untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil satu tindakan. Mungkin cepat pada awalnya, tapi hasil yang dicapai belum tentu akan memuaskan. Itulah mengapa berjalan atau berlari, tapi jangan berhenti. Berjalan saat kamu tak lagi mampu berlari, asal jangan berhenti. Langkah yang terhenti akan membuat kamu sulit untuk bisa kembali melangkahkannya lagi.

Suatu saat kamu akan tahu mengapa air jernih bisa menjadi keruh serta menyimpan banyak penyakit jika kamu membiarkannya diam tak mengalir. Suatu saat kamu pun akan tahu mengapa hidup harus dijalani dengan tertawa dan menangis. Dan suatu saat juga kamu akan tahu mengapa Tuhan memberikan sesuatu yang membuatmu kecewa hingga tak berhenti mengeluh karenanya. Tatkala jiwa tenang dan akal mulai berpikir, kamu akan mengerti bahwa Tuhan hanya ingin membuatmu menjadi hamba yang kuat. Jangan menyerah bahkan hanya untuk satu detik dalam kehidupan kamu. Saat kamu lelah, maka berjalanlah, jangan pernah berhenti.

0 komentar:

Posting Komentar