Selasa, 15 April 2014

Cerita Keong

Foto by ilmu-taniternak.blogspot.com

Gemintang.com – Suatu hari, seorang pemuda diberi tugas oleh Tuhannya untuk membawa seekor keong jalan-jalan. Namun rupanya, suasana yang cerah saat itu tidaklah sejalan dengan hatinya. Sang pemuda kesal karena dia tidak dapat berjalan dengan cepat sebab keong itu jalannya sangatlah lambat.
Sang pemuda akhirnya memaki, menghardik, dan memarahi si keong. Dan dengan pandangan yang sangat menyesal, si keong pun berkata, “Maaf, aku sudah berusaha sekuatku untuk bisa mengejar langkahmu. Tapi sungguh, langkahmu terlalu cepat untuk bisa kukejar.” Si keong memang sudah berusaha keras untuk bisa merangkak lebih cepat, namun nihil. Ia hanya beralih sedikit setiap kali merangkak.

Gerutu pemuda itu pun terdengar lebih keras, “Ya Tuhan.. mengapa engkau harus menyuruhku untuk melakukan hal bodoh seperti ini? Berjalan dengan seekor keong yang sungguh lambat sekali ia berjalan.”
Langit pun seketika sunyi, lalu Tuhan menjawab, “Pelankan saja langkahmu, dan berjalan lah dengan tenang..”

Tiba-tiba tercium bau bunga yang tiada lain berasal dari sebuah taman bunga. Hembusan sepoi angin yang sungguh menenangkan, kicauan burung yang seakan bernyanyi diantara bunga-bunga yang sangat indah, disertai langit biru nan elok. Benar-benar hari yang sempurna.
“Mengapa dulu aku tidak pernah merasakan semua ini?” gumam sang pemuda dalam hati.

Dan akhirnya ia pun menyadari, Tuhan memberikan sebuah perintah padanya, bukan tanpa alasan. Melalui seekor keong yang telah ia hina, ia menyadari akan begitu banyak hal yang tidak pernah ia ketahui selama ini. Sebuah taman yang menyajikan berjuta keindahan, sungguh luar biasa.
Berjalan dengan tenang dan perlahan, membuatnya benar-benar bisa merasakan dan menikmati satu persatu dari apa yang ada di taman itu. Melihat dan mengamati setiap bunga yang mekar dengan indahnya.
“Pernahkah kau melihat dan merasakan sesuatu yang indah seperti apa yang aku rasakan dan lihat saat ini ?” tanyanya pada si keong.

“Aku bahkan mendengar, tidak hanya melihat dan merasakan. Aku mendengar kumbang-kumbang itu berselisih saat mengincar bunga madu. Aku pun mendengar, saat seekor cacing menggali tanah dibawah tangkai bunga. Begitupun ketika semut bergotong-royong demi mendapatkan sumber makanan mereka setiap hari.”

Sang pemuda pun hanya bisa memandang kagum atas apa yang dikatakan oleh si keong.
Ia belajar dari sesuatu yang tidak ia sukai sebelumnya.Bahkan mendapatkan sebuah  pelajaran berharga dari seekor keong yang telah ia hina.
Anda mungkin marah, anda mungkin kesal dan jengkel, tapi disaat anda tenang, anda akan melihat kehendak Tuhan dengan lebih jelas lagi.

0 komentar:

Posting Komentar