Senin, 20 Januari 2014

Hubungan Lama Tak Menjamin Bahagia




Gemintang.com – Bertahan dalam hubungan yang buruk, mungkin menjadi pilihan dikarenakan adanya satu alasan. Anda sendiri mungkin bertanya, mengapa ada hubungan yang walau tak menciptakan bahagia, tetapi tetap saja diteruskan. Ketimbang makan hati, bukankah lebih baik diakhiri dan mencari seorang pengganti? Setidaknya, hubungan baru mungkin akan mampu memberikan kenyamanan lebih dari hubungan sebelumnya. Tapi kembali lagi, pasangan yang berperan dalam hal ini, seringkali bimbang. Mereka tidak bahagia tapi tidak juga ingin meninggalkan kekasihnya. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menyikapi hal ini?
  • Takut kesepian
Menjalin hubungan yang sudah bukan lagi hitungan hari, tentu akan terasa menyakitkan ketika Anda harus kehilangan orang yang Anda cintai. Walau kini tak merasa bahagia, tapi kenangan manis masa lalu seakan menjadi beban ketika sulit untuk dilupakan. Rasa takut kesepian menjadi kekhawatiran yang akhirnya membuat Anda memutuskan untuk lebih baik tetap bersamanya. Walau tidak bahagia, bagi Anda yang terpenting adalah selalu ada disisinya. Dengan begitu, Anda tidak akan pernah merasa sendiri. Hal seperti ini, sebenarnya bisa diatasi. Mulailah dengan berkaca diri dan tanyakan apa yang sebenarnya anda inginkan. Bila bertanya padanya tidak juga memberi harapan, sebaiknya hubungan segera diselesaikan. Percaya diri dan yakin bahwa walau Anda sendiri, Anda tidak akan pernah merasa sepi.
  • Takut wacana orang
Hubungan yang dijalani sejak lama, tidak mungkin bila hanya Anda dan dia yang mengetahuinya. Ada orang terdekat seperti saudara, teman, bahkan keluarga yang sudah saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Hal ini, pada akhirnya membuat Anda dilema. Tidak bahagia, tapi sudah terlambat bila harus menyudahinya. Bagaimana bila wacana orang terhadap kita, baik dia ataupun Anda, menjadi buruk. Bukan hanya Anda yang malu, melainkan keluarga dan orang terdekat pun pasti merasa hal yang sama. Dalam menyikapi hal ini, itulah mengapa bahwa suatu hubungan yang belum di sahkan, sebaiknya jangan terlalu dipamerkan. Wacana orang  jadikanlah pelajaran, tapi percayalah, bahwa mereka akan seperti angin berlalu. Untuk selanjutnya, hubungan baru harus bisa membuat mereka bisa kembali menghargai kita.
  • Takut mengemban tanggung jawab
Seperti yang kita tahu, dalam suatu hubungan berlaku take and give. Sebenarnya bukanlah peraturan, melainkan rasa dimana kita saling memberi dan menerima. Namun orang yang berlaku sebagai parasit, mereka hanya akan bergantung kepada orang lain untuk semuanya. Rasa ketergantungan ini akhirnya membuat dia memilih untuk lebih baik bertahan dalam hubungan yang walau tak memberikan kebahagiaan. Seharusnya, ada ataupun tidak ada orang disamping kita, sebuah tanggung jawab tidak semestinya dilimpahkan kepada orang lain. Jadilah pribadi yang mandiri dan mampu memberikan nilai positif kepada orang-orang disekitar kita. Yakin dan percaya bahwa kita bisa. Jangan ragu untuk melangkah dan mulailah walau hanya dengan satu langkah kecil.
  • Takut tidak bisa mencintai lagi
Beberapa orang takut dengan stigma dari hubungan yang gagal. Mereka memiliki perasaan bersalah jika hubungan yang dijalani nyatanya tidak berhasil. Ketakutan semacam ini akhirnya menurunkan rasa percaya diri untuk memulai hubungan baru. Ia takut bila hubungan baru pun akan memiliki tingkat kegagalan yang sama. Dan pada akhirnya, rasa takut tidak bisa mencintai lagi menjadi kekhawatiran diri sendiri. Itulah mengapa, ia tetap memilih untuk bertahan dalam hubungan lamanya. Tapi cinta adalah keadaan psikologis. Tidak ada seorang pun yang gagal selamanya kecuali mereka sendiri yang memilih untuk melakukannya.

0 komentar:

Posting Komentar