Senin, 20 Januari 2014

Penyebab Hubungan Putus Nyambung




Gemintang.com – Menjalin suatu hubungan yang seringkali harmonis namun tak jarang pula bertengkar, siapa sih yang tidak lelah? Setiap ada pertengkaran, kata “putus” bagaikan senjata untuk mengakhiri hubungan saat itu juga. Tapi tak lama setelah putus cinta, penyesalan pun hadir. “Kok gue malah minta putus, sih?” Kembali, galau menghampiri dan akhirnya membuatmu berpikir, “Kayanya lebih baik minta maaf dan balikan, deh”.

Well, saat bertengkar, emosi memang seringkali membuat hati dan pikiran menjadi nampak tak sejalan. Tapi hubungan semacam ini tidak seharusnya dibiarkan tanpa ada solusi sebagai upaya untuk memperbaiki. Sebelum menjadi bumerang, yuk, kenali penyebabnya agar hubungan yang dijalani bisa lebih menyenangkan.
  • Ketegangan
Ketegangan adalah saat dimana kamu tidak dapat berpikir secara baik. Keadaan ini membuatmu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan yang akhirnya meninggalkan sebuah penyesalan. Jadi, hindari ketegangan dengan saling memberikan respon yang baik kepada pasangan, seperti memuji dan membuatnya berharga. Saat bertengkar, berikan humor ringan untuk mencairkan suasana dan tunjukkan sisi manis kamu agar emosinya berkurang.
  • Kesalahpahaman
Ketidaksetiaan, ketidakcocokan dan ketidakpercayaan, benar adanya jika hal tersebut merupakan penyebab dari berakhirnya suatu hubungan. Namun, kesalahpahaman rupanya lebih sering menjadi penyebab dari retaknya suatu hubungan. Kebanyakan orang seringkali berasumsi berdasarkan apa yang mereka lihat tanpa mengklarifikasinya terlebih dulu. Itulah mengapa kesalahpahaman terjadi. Untuk mengatasinya, adalah satu. Kamu harus sepenuhnya percaya kepada pasangan kamu. Dan sebaliknya, dia harus bisa menjaga kepercayaan itu, karena bila tidak, hubungan putus nyambung mau sampai kapan selesainya?
  • Konflik
Percayalah, bahwa dalam setiap hubungan, konflik ataupun pertengkaran pastilah ada. Cinta bisa sangat membahagiakan juga bisa sangat menyakitkan, dan itu benar. Oleh karenanya, jangan terlalu mudah menyerah setiap kali hubungan dirasa sudah tak lagi menyenangkan. Ada saat dimana kamu ataupun dia membutuhkan waktu untuk berpikir sampai akhirnya memahami perbedaan yang ada. Dan itu tidak selalu harus dengan mengakhiri hubungan terlebih dahulu. Justru saat bersamanya, itulah kesempatan bagi kamu untuk memperlihatkan bahwa kamu adalah yang terbaik baginya.
  • Kurangnya Chemistry
Kenangan manis bersama orang yang dicintai, pastinya akan lebih sulit dilupakan ketika kenangan yang dimiliki bukan lagi hanya hitungan jari. Kadar chemistry dalam hubungan sedikit banyak akan mempengaruhi ketahanan hubungan itu. Seseorang akan dengan mudah berucap “putus”, karena baginya, hubungan yang dijalani biasa-biasa saja. Namun sebaliknya, hubungan yang penuh dengan chemistry, akan membuat seseorang berpikir dua kali untuk menyudahi.
  • Menganggap bahwa cinta itu mudah
Yang membuat suatu hubungan begitu seringnya putus nyambung, tiada lain adalah karena kamu ataupun dia sama-sama yakin, bahwa kamu berdua saling mencintai. Dengan kata lain, betapapun dia menyatakan ‘putus’ berulang kali, dia yakin bahwa kamu akan tetap menerimanya karena dia menganggap bahwa kamu sangat mencintainya. Begitupun kamu, kamu yakin bahwa dia akan menerima kamu walau pertengkaran sudah terjadi berulang kali. Dalam hal ini, silakan sikapi secara pribadi. Jika kamu inginkan ini diselesaikan dan beralih kepada hubungan yang jauh lebih baik lagi, mulailah untuk mencoba mengerti apa itu cinta dan bagaimana cara menghargainya. Kamu seolah mempermainkan cinta setiap kali berkata “putus” dan “kembali” dengan mudahnya.

0 komentar:

Posting Komentar